Category: Berita Utama

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng : Jadilah Kekuatan Strategi Polri

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

     

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

     

    Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.

     

    Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.

     

    Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.

     

    Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.

     

    Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.

     

    Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.

     

    “Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.

     

    Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

     

    Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.

  • Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

     

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

     

    Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.

     

    Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.

     

    Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.

     

    Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.

     

    Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.

     

    Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.

     

    “Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.

     

    Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

     

    Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.

  • Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Foto: Dok. Polda Sumsel.

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) terus dilakukan. Upayanya dilakukan mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

    “Penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.

    Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Tercatat ada 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api hingga Selasa, 8 September 2026. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

    Polda Sumsel disebut terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari. Hal itu guna memastikan bara api benar-benar padam.

    Sandi melanjutkan, Polda Sumsel menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan karhutla). Sebanyak 85 peserta didik (serdik) tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

    Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

    Mereka juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Lalu, diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

    “Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” ujar Sandi.

  • Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Foto: Dok. Polda Sumsel.

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) terus dilakukan. Upayanya dilakukan mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

    “Penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.

    Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Tercatat ada 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api hingga Selasa, 8 September 2026. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

    Polda Sumsel disebut terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari. Hal itu guna memastikan bara api benar-benar padam.

    Sandi melanjutkan, Polda Sumsel menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan karhutla). Sebanyak 85 peserta didik (serdik) tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

    Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

    Mereka juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Lalu, diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

    “Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” ujar Sandi.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Polisi Wanita, Ditpolairud Polda Sulawesi Utara bersama staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh Polisi Wanita di Indonesia.

    Peringatan yang jatuh pada 1 September 2026 ini menjadi momentum untuk menghargai peran Polisi Wanita dalam mendukung pelayanan kepolisian. Dengan semangat pengabdian, profesionalitas, dan kepedulian, Polisi Wanita terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi pengingat bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Peran tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

    Melalui peringatan HUT Polisi Wanita, Ditpolairud Polda Sulut turut mendorong semangat kebersamaan serta apresiasi terhadap dedikasi para Polisi Wanita. Dukungan dari keluarga dan lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian.

    Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh Polisi Wanita untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita, semoga semakin inspiratif dan membawa dampak positif bagi Indonesia.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Polisi Wanita, Ditpolairud Polda Sulawesi Utara bersama staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh Polisi Wanita di Indonesia.

    Peringatan yang jatuh pada 1 September 2026 ini menjadi momentum untuk menghargai peran Polisi Wanita dalam mendukung pelayanan kepolisian. Dengan semangat pengabdian, profesionalitas, dan kepedulian, Polisi Wanita terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi pengingat bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Peran tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

    Melalui peringatan HUT Polisi Wanita, Ditpolairud Polda Sulut turut mendorong semangat kebersamaan serta apresiasi terhadap dedikasi para Polisi Wanita. Dukungan dari keluarga dan lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian.

    Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh Polisi Wanita untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selamat HUT ke-78 Polisi Wanita, semoga semakin inspiratif dan membawa dampak positif bagi Indonesia.